Kawasan
Nusa Penida - Bali
Menikmati
Keindahan Gugusan Karang
Mancing Mania, 11 Okt. 2004 (Tabloid Mancing, Dwi Mingguan,
Jakarta)
Pulau Bali memiliki lokasi wisata baik darat dan laut yang
sangat indah. Pantai-pantainya berpasir indah membentang di
setiap penjuru pulau. Di samping itu, Bali juga memiliki daerah
laut dengan gugusan batu karang sangat indah yaitu kawasan
Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Lembongan. Bagi para mania
mancing dan penyelam, lokasi itu tepat untuk melampiaskan
hobinya. Berikut simak perjalanan MM ke kawasan laut Nusa
Penida.
Semenjak
kapal meninggalkan pelabuhan Benoa Barat, angan MM
terus membayangkan betapa indahnya Nusa Penida itu. Menurut
buku panduan wisata ke Bali kawasan Nusa Penida tergolong
salah satu lokasi tujuan wisata bahari. Di lokasi banyak turis
manca negara yang menikmati pemandangan laut maupun pemandangan
bawah laut. Konon gugusan karang di Nusa Penida sangat bagus
dan dihuni banyak species ikan yang besar-besar.
Cerita
keindahan Nusa Penida yang diluncurkan oleh pemandu wisata
dan informasi dari buku panduan wisata membuat MM
semakin penasaran untuk berkelana di sana. Impian ini baru
terwujud ketika MMdari Pulau Dewata
yaitu Adhek Amerta dan Della mengajak MM
untuk menikmati gugusan Nusa Penida.
Bagi
MM, ajakan Adhek Amerta mancing
di kawasan itu merupakan hadiah besar. Sebab Adhek Amerta
adalah seorang pemancing professional di kawaan itu. Kehandalan
memancingnya ternyata kesohor sampai ke negeri Jepang.
Para mania negeri matahari terbit itu kalau ke Indonesia langsung
menuju ke Bali dan mancing bersama Adhek Amerta di kawasan
Nusa Penida. Jadi sangatlah beruntung sekali MM
bisa berkenalan langsung dengan, Adhek Amerta “Sang
Maestro mancing” di tanah Bali.
Nusa
Ceningan
Dikala
kapal yang kami naiki meninggalkan dermaga Benoa, Adhek Amerta
mengarahkan kapal ke Pulau Ceningan dan Lembongan. Nusa Ceningan
adalah sebuah pulau seluas 306 ha di sebelah Tenggara Bali.
Saat itu kami tidak turun ke pulau itu dan hanya menikmati
keindahan pulau itu dari sisi luar.
Dari
areal kawasan laut Nusa Ceningan kami menghampiri gugusan
karang yang tergempur oleh ombak. Konon lokasi itu banyak
ikan kuwe dan species ikan besar lainnya. Menurut Adhek Amerta,
ia sering mendapat ikan kuwe gerong (giant trevally)
di lokasi itu.
Sementara itu kapal yang kami tumpangi terus menelusuri pulau
itu dari sisi luar. Kami menyaksikan beberapa mania yang sedang
mancing di pinggir pulau atau di karang-karang terjal Nusa
Penida. Para mania yang mancing di pinggir Nusa Ceningan dan
melewati para mania yang mincing di daratan Nusa Ceningan
beberapa kali mereka melambaikan tangan menyapa kami. Mendapat
lambaian tangan dari para mania mancing, kami yang di atas
kapal pun membalas lambaian tangan mereka.
Nusa
Penida
Usai
dari Nusa Ceningan kapal berjalan pelan menuju ke Nusa Penida.
Waktu itu MM sempat terpesona dan
terkagum-kagum ketika memasuki kawasan laut Nusa Penida. Pasalnya
lautan di sana penudh dengan ikan-ikan kecil bergerombol dan
berlompatan di atas permukaan. Sementara itu beberapa burung
terbang mengincar ikan-ikan kecil itu. Tidak jauh dari laut
terdapat gugusan karang-karang yang berbaris membentuk pulau-pulau
kecil. “Wow indah sekali pemandangan alam di sini.
Sepertinya
Adhek Amerta sengaja membawa MM
untuk menikmati gugusan karang di Kawasan Nusa Penida. Ia
membawa kami mendekati sebuah batu lubang yang sangat besar.
Sungguh luar biasa gugusan karang itu membuat kami sptsangat
besar. Sungguh luar biasa gugusan karang itu membuat kami
seperti enggan meninggalkan lokasi itu. Untungnya Adhek Amerta
seperti tahu keinginan MM dan mulai
mengeluarkan jorang untuk mincing popping di sana.
Umpan popper yang terbuat dari kayu dilempar mendekati bau
berlubang itu. Sembari kasting kami terus memandangi keindahan
alam. Setelah puas mincing di dekat batu berlubang kami pindah
ke kawasan karang yang lain. Sembari berjalan mengamati bukit-bukit
terjal Nusa Penida dari sisi luar. Pulau Nusa dari luar terlihat
tandus itu memiliki luas wilayah 202,8 km2. Meski pulau itu
gundul dan tandus, pemandangan sisi luar pulau sangat indah
dengan dinding pulau yang terjal. Sementara dari tengah laut
kita juga bisa menikmati sebuah pura di pinggir pulau. Sembari
menyusuri pulau Nusa Penida dan menikmati dinding terjal pulau,
kapal mengarah ke salah satu karang besar di tengah laut.
Menurut
Adhek Amerta, batu karang besar tersebut sering dinamai batu
Abah. Selain itu orang di sana ada yang menyebutnya dengan
nama batu Sepatu lantaran bentuknya mirip sepatu. Kami pun
mulai mendekati batu itu. Di sekitar batu Abah itu kami sempat
memancing ikan.
Dari batu Abah itu bukan saja ikan yang bisa kami dapat, namun
kami juga menikmati indahnya gugusan batu Abah. Di atas batu
Abah kami melihat banyak sekali species burung. Perasaan kami
pada waktu itu benar seperti dalam peliputan sebuah chanel
TV Discovery.
Pemandangan
terakhir yang kami nikmati di pulau Nusa Penida adalah gugusan
pulau karang kelelawar. Sebuah batu menyerupai pulau kecil
di tengah laut yang dihuni oleh ribuan kelelawar. Semua pohon
di atas gugusan pulau karang itu hamper di setiap rantingnya
terdapat kelelawar berukuran sangat besar. Di samping itu
juga terdapatbeberapa sarang burung elang.
Satu
hari penuh kami menelusuri kawasan Nusa Penida, Pulau Ceningan
dan Pulau Lembongan sepertinya tidak ada kata puas.
Bahkan
kenangan keindahan kawasan itu barangkali akan terus terbayang
bahkan sulit terhapus. Andai suatu saat kami nanti jika kami
liburan ke Bali tanpa menikmati kawasan Nusa Penida, ibarat
sayur tanpa garam. Mr. k.
|